21 Mei 2015

Ini sebenarnya cerita pribadi saya.
dulu saya masih kecil dan almarhum datuk saya masih hidup.
bagi orang Banjar, datuk berarti orang tuanya nenek atau kakek. bahkan orang tua saya pun memanggil datuk tersebut dengan sebutan "kai / kakek" atau "nenek"
waktu saya masih kecil pernah disebut oleh datuk saya sebagai orang yang pintar dan punya otak yang encer.
terus ditanya oleh bapak saya.
tau darimana otaknya encer?
itu otaknya meleleh di hidung... saking encernya
sambil menunjuk ke arah ingus yang belepotan disepanjang bibir.. hahahaha...



15 Mei 2015

desas desus kabar burung disebuah jejaring sosial mempertanyakan, mengapa satpol pp sering kehilangan momen untuk menertibkan para pedagang kaki lima. maksudnya ketika satpol pp datang, PKL nya udah nggak ada ditempat.
mungkin para PKL tersebut punya ilmu sakti yang bisa menerawang kebaradaan satpol pp sehingga apabila pol pp udah mau datang mereka tinggal ngacir aja.
ada yang mengatakan bahwa itu ulah oknum didalam tubuh satpol pp yang memberikan informasi dan menjadi beking buat para pedagang tersebut.
ah tapi itu kan cuma desas desus..
buktinya mana...?
tapi sebuah desas desus kabar burung lain juga mengatakan bahwa info kapan akan diadakan penertiban memang dirahasiakan bahkan dalam kalangan satpol pp itu sendiri.
bayangin aja nih..
jam 4 sore, tanpa ada rencana sebelumnya tiba-tiba seluruh anggota pol pp dikumpulkan dilapangan dan kemudian diminta mengumpulkan seluruh handphone milik mereka, dan berangkat lah mereka menuju lokasi penertiban...
dan..
taraaa....
..........lokasi nya udah tertib......

lalu siapakah informan yang sesungguhnya?
meneketehe...
yang jelas keberadaan PKL memang sudah mengganggu pemandangan dan keindahan kota..
saya sih respect sama pedagang tersebut yang berusaha mencari nafkah secara halal untuk kehidupan nya.. tapi mbo ya jangan bikin pemandangan jadi jelek dong...



12 Mei 2015

Alkisah dikota saya ada beberapa tempat yang jadi tempat mangkal nya para PKL. 
meskipun dilarang ya tetap aja.. main petak umpet sama satpol pp.
kalau ada satpol pp ya nggak jualan, kalau nggak ada pol pp ya jualan.
bahkan disinyalir PKL tersebut bukan lagi pedagang asongan yang menjajakan barangnya dengan berjalan kaki. beberapa bahkan jualan rokok dengan menggunakan mobil Honda Jazz!

mereka biasa dipanggil dengan sebutan PKL elite.
bagaimana tidak..
jualan kolak pisang saja pakai mobil,
jualan baju, pakai mobil..
nggak banyak sih.. tapi ada..
jadi kalo semisal ada satpol pp yang datang tinggal tutup aja bagasi nya trus ngacir.... kabur...
meskipun disitu tidak ada tulisan dilarang berjualan ya tetap tidak boleh jualan.. kan bukan tempatnya..
lagipula kalau cuman gelar dagangan kan bukan berarti jualan.
transaksi baru bisa disebut jualan kalau ada yang beli.
kalau nggak ada yang beli, nggak bisa disebut JUAL beli kan?
bisa saja orang itu nongkrong-nongkrong aja dengan mobil nya yang berisi berbagai macam barang.... dagangan...



eaaa...

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!